Minggu, 13 April 2014

Fanfiction Without You



Without You (chapter 1)
Kau adalah bagian dari kami.
Kau bilang ingin terus bersama kami,
Lalu kenapa kau melakukannya?

"Chansung-ah, kau liat Jaebeom hyung?", tanya Wooyoung.
"Molla", jawab Chansung tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya.
"Ada apa dengannya?“, gumam Wooyoung.
"Memangnya kenapa?" tanya Chansung yang sepertinya mulai tertarik.
"Kau tidak merasakan ada yang aneh dengan...", ucapan Wooyoung terhenti ketika mendengar suara pintu dorm dibuka.
            Jaebeom masuk dorm tanpa berkata apa-apa. Bahkan tanpa menghiraukan tatapan dari kedua dongsaengnya yang penuh curiga. Ia masuk ke kamarnya dan menutup pintu.
"Ada apa dengannya?“, tanya Chansung heran.
Wooyoung mendorong Chansung kesal. "Itu yang dari tadi kutanyakan. Kau tidak merasa ada yang aneh dengan sikap Jaebeom hyung?“.
"Hmm… entahlah", Chansung kembali pada layar tabletnya.
Wooyoung melirik tablet Chansung yang penuh dengan artikel berita seputar artis korea. "Ya, ada berita apa lagi?", tanya Wooyoung.
"....", Chansung tidak menjawab.
"Ya! Hyung sedang bertanya!", teriak Wooyoung.
"Baca ini.", ujar Chansung sambil mengulurkan tabletnya.
Wooyoung menerima tablet yang disodorkan Chansung. Matanya mulai membaca artikel itu.



"2PM Jaebeom telah membuat para warga negara Korea Selatan marah. Pasalnya komentar negatif mengenai Korea di akun pribadi Myscapenya telah menjadi topik perbincangan yang sangat panas. “Korean is gay. I hate Korean", tulis Jaebeom. Hal ini dikhawatirkan bisa mempengaruhi karir 2PM ke depan….".
 





Mata Wooyoung melebar seakan tidak percaya dengan apa yang dibacanya. Ia tak bisa berkomentar apa-apa, hanya melongo memandang Chansung, memastikan jika apa yang dibacanya memang benar. Hening sejenak. Mereka hanya saling menatap tak percaya.
"Kami pulang..!!“, suara teriakan Junho memecah keheningan.
"Lihat apa yang kami beli.", ujar Taecyeon sembari mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik besar yang dibawanya. "Jjajann.!!" serunya sambil mengangkat bungkusan besar Korean beef. Tak ada reaksi dari Wooyoung dan Chansung membuat Taecyeon dan Junho terheran heran. Padahal biasanya jika sudah melihat Korean beef, kedua orang itu langsung berteriak dengan hebohnya.
"Ya, ada apa?“, tanya Junho.
Wooyoung mengulurkan tablet yang sedari tadi masih dipegangnya pada Junho. Taecyeon ikut membaca artikel itu dan matanya melebar. Bahkan Junho yang bermata sipit jelas terlihat terkejut ditandai dengan matanya yang melebar selebar yang bisa dilakukan mata sipitnya.
"Apakah Khun hyung sudah tahu?", tanya Taecyeon.
Pintu kamar Jaebeom dibuka. Jaebeom keluar. "Aku keluar sebentar.", ujarnya singkat.
Setelah Jaebeom keluar dari dorm, Wooyoung, Chansung, Junho, dan Taecyeon melakukan rapat kecil.
"Bukannya tadi Khun hyung dan Junsu hyung keluar bersama? Jika Khun hyung sudah tahu, kemungkinan besar Junsu hyung juga.", jelas Chansung.
"Benar juga, sejak pagi tadi mereka sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun sebelum pergi.", Junho setuju.
"Kita harus minta penjelasan pada Jin Young hyung, apa yang akan terjadi setelah ini.", usul Taecyeon.
"Sekarang saja, kita tidak boleh membuang waktu dalam hal ini. Ini masalah serius.", kata Junho.
"Bagaimana jika hal yang buruk terjadi? Seperti...", kalimat Wooyoung terhenti  sangat terlihat ia sedang menahan tangisnya. "Netizens sudah banyak yang berkomentar negatif, bagaimana ini, hyung?“, tangis Wooyoung akhirnya pecah.
"Tenanglah, pasti ada jalan keluar, sekarang ayo kita ke agensi dan menemui Jin Young hyung untuk minta penjelasan.", kata Taecyeon menenangkan.
            Wooyoung keluar dari gedung agensi dengan lemas. Langkah kakinya terasa berat. Apa yang dari tadi dikhawatirkannya benar terjadi. Kata-kata Jin Young hyung masih terus terngiang di telinganya.
"Agar tidak terjadi resiko yang lebih besar, apalagi jika berimbas dengan karir 2PM ke depannya, maka kami memutuskan untuk menghentikan kontrak Jaebeom secara permanen. Dan mulai saat ini 2PM akan memiliki 6 member."
Ketika baru saja memutuskan untuk pulang, tiba-tiba ada yang mengehentikan langkahnya. Wooyoung mendongak dan melihat hyungnya, Nichkhun.
"Ayo bicara sebentar.", ajak Nichkhun sambil menarik tangan Wooyoung dan membawanya ke taman.
"Kenapa hyung tidak memberi tahu lebih awal?", tanya Wooyoung setelah duduk di kursi taman agensi sambil menatap lurus ke depan.
"Mianhae, saat itu hyung juga sangat terkejut. Kukira berita yang tersebar itu tidak benar, mungkin saja itu ulah antifans. Tapi setelah aku mengeceknya, berita itu memang benar. Hyung tidak memberi tahumu dan member lain karena hyung khawatir, bagaimana reaksi kalian ketika mendengarnya.", jelas Nichkhun.
"Lalu, Junsu hyung juga tahu?“, tanya Wooyoung berharap hyungnya itu menjelaskan lebih lanjut.
"Ya, Junsu hyung juga sudah membaca artikelnya."
"Jaebeom hyung, apa dia tidak apa-apa?“ tanya Wooyoung khawatir.
"Lusa, Jaebeom hyung akan ke Amerika untuk menenangkan diri dari masalah ini. Semua akan diurus oleh pihak agensi, geuraeseo geogjeonghajima."

To be continue…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar