Senin, 14 April 2014

Fanfiction Without You



Without You (chapter 2)
Kau adalah bagian dari kami.
Kau bilang ingin terus bersama kami,
Lalu kenapa kau melakukannya?

            Wooyoung melangkahkan kakinya memasuki dorm. Sepertinya Jaebeom sudah pulang. Wooyoung Berdiri sejenak di depan kamar Jaebeom yang tertutup, hendak mengetuknya. Tapi gerakan tangannya terhenti. Ia mengurungkan niatnya.
            Bunyi bel membuyarkan lamunan Wooyoung. Ia menghela nafas panjang dan berjalan hendak membuka pintu. Ternyata Minjae hyung, manajer 2PM.
"Ada apa hyung?“, tanya Wooyoung.
"Bisakah aku masuk dulu?", tanya Minjae hyung.
Wooyoung mundur satu langkah memberi jalan untuk Minjae hyung masuk.
"Mana yang lain?“, tanya Minjae hyung setelah duduk di sofa.
“Belum pulang. Apa ada yang mau dibicarakan?“ jawab Wooyoung tak bersemangat.
Minjae hyung tidak menghiraukan pertanyaan Wooyoung. Ia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.
"Cepat pulang ada yang mau kubicarakan. Junho dan Chansung juga bersamamu, kan?“ perintah Minjae hyung yang sepertinya menelepon Taecyeon.
"Kami sedang mencari Wooyoung, tadi dia keluar duluan.", jawab Taecyeon di seberang sana.
Minjae hyung melirik Wooyoung, kemudian melanjutkan. "Hyung sudah bersamanya, cepat kalian pulang!"
"Mwo? Ye, hyung."
            Wooyoung baru memyadari tadi ia pulang duluan tanpa memberitahu member yang lain. Bahkan ia tidak ingat bagaimana caranya ia pulang karena terlalu sibuk dengan pikirannya.
            Minjae hyung kembali menelepon, kali ini sepertinya Nichkhun. Dan lagi-lagi ia menyuruhnya pulang.
            Setelah semua member berkumpul di dorm, termasuk Jaebeom yang keluar dari kamarnya karena mendengar suara Minjae hyung menelepon, Minjae hyung menjelaskan.
"Besok akan diadakan jumpa pers untuk meluruskan masalah ini dan mengumumkan penghentian kontrak Jaebeom." kata Minjae hyung.
            Wooyoung melirik Jaebeom. Mencoba menebak bagaimana reaksi Jaebeom ketika mendengar kata penghentian kontrak. Tiba-tiba Wooyoung berkata.
"Ayo kita pesta barbeque malam ini. Tadi hyung sudah membeli daging kan?", tanya Wooyoung pada Taecyeon.
"Ya, tentu saja. Minjae hyung juga harus ikut.", seru Taecyeon.
Kaja..!!”, teriak Junho yang memang hobi berteriak.
Jaebeom tersenyum melihat kelakuan dongsaengnya.
            Malamnya mereka mulai memasak barbeque.
"Tidak ada samgyupsal ya?, keluh Nickhun yang merupakan penggemar samgyupsal.
"Kami sudah bosan hyung. Bukankah jika hyung yang masak pasti samgyupsalnya tidak ketinggalan." protes Junho yang disambut tawa member lain.
Sementara hening, mereka sibuk sedang sibuk dengan daging barbequenya dan bergelut dengan pikirannya masing-masing. Tiba-tiba Jaebeom berkata.
"Terimakasih untuk semuanya."
Semua member sontak menghentikan kegiatan makannya dan melihat ke arah Jaebeom.
Jaebeom tersenyum sekilas. “Terimakasih sudah menghiburku. Dan maaf sudah membuat kalian khawatir karena masalah ini. Maaf hyung tidak bisa bersama kalian lagi. Kalian harus berjanji, kalian harus lebih sukses. Hyung juga akan berusaha melewati masalah ini dan bangkit kembali, walaupun tidak bersama kalian lagi. Dan untuk Minjae hyung, terimakasih untuk semuanya.” Ia menghela nafas. Tertawa melihat para dongsaengnya yang menangis.
“Ya, uljima. Kenapa kalian menangis?, babo-ya.”
Hyung juga. Kenapa hyung menangis?” tanya Chansung sedikit kesal.
Jaebeom tersenyum. “Ya, Wooyoung-ah, uljima. Kami sedang tidak punya persediaan es krim saat ini.” canda Jaebeom yang disambut tawa oleh para member kecuali Wooyoung.
Wooyoung cemberut. “Belikan aku es krim.”, katanya singkat dan langsung masuk ke kamarnya.
Aigoo, dasar kekanakan sekali.”, umpat Chansung.
Hyung pulang dulu, sudah malam. Kalian bersiap untuk jumpa pers besok. Terutama kau Jaebeom.”, pesan Minjae hyung sebelum melangkah keluar dari dorm.
Esoknya para member 2PM sudah berkumpul di gedung agensi untuk melakukan jumpa pers. Minjae hyung menghampiri mereka.
“Para wartawan sudah banyak yang datang. Persiapkan diri kalian. 5 menit lagi kalian keluar.”, kata Minjae hyung.
Ne, hyung.”, jawab member 2PM.
Lima menit kemudian mereka sudah duduk di kursi tempat diadakannya jumpa pers. Minjae hyung dan Jin Young hyung juga ada di sana.
“Saya, Park Jaebeom meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Korea terkait masalah ini. Saya masih kecil ketika saya menulisnya. Saya tidak tahu jika akhirnya akan menjadi seperti ini. Dan untuk menebus kesalahan, saya akan pergi ke Amerika dan tinggal di sana untuk sementara. Saya benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya.”, ucap Jaebeom di hadapan para wartawan.
“Saya akan menambahkan. Dan mulai saat ini kontrak Jaebeom dengan JYP entertainment akan dihentikan secara permanen. Oleh karena itu 2PM hanya akan tampil dengan 6 member. Ini kami putuskan agar tidak menimbulkan lebih banyak masalah.”, tambah Jin Young hyung.
“Bagaimana tanggapan kalian mengenai masalah ini?”, tanya seorang wartawan kepada member 2PM.
“Awalnya memang sulit ketika pertama kali mengetahui berita ini, tapi kami berusaha menerimanya. Kami berharap keputusan untuk menghentikan kontrak Jaebeom hyung adalah pilihan yang paling baik. Baik untuk kami maupun Jaebeom hyung sendiri.”, jawab Taecyeon mewakili para member.
“Kami mohon maaf kepada semua Hottest karena telah mengecewakan kalian. Kami janji kami akan tetap tampil sebagai 2PM yang dulu. Jadi tolong kalian terima semua keputusan ini. ”, tambah Junsu.
“Lalu siapa yang akan menjadi leader setelah Jaebeom keluar?”, tanya wartawan lain.
“Kami akan memikirkannya nanti.”, jawab Junsu.
Tiba-tiba Wooyoung mengambil alih microphone yang dipakai oleh Junsu dan berkata.
“Kami tidak akan menunjuk siapapun untuk menggantikan posisi Jaebeom hyung sebagai leader. Laeder 2PM adalah Jaebeom hyung, tidak bisa dan tidak akan digantikan oleh siapapun. Bagi kami Jaebeom hyung tetaplah laeder kami.”, kata Wooyoung dengan tegas.
Esoknya Jaebeom meninggalkan Korea dan terbang menuju Amerika. Hanya Nichkhun yang bisa mengantarkannya ke bandara karena member yang lain ada jadwal.
Mianhae hyung, kami tidak bisa mengantarmu. Semoga sukses dan kembalilah ke Korea agar bisa bertemu dengan kami lagi. Kami di sini juga pasti akan menepati janji kami.”, kata Taecyeon pagi tadi ketika Jaebeom akan berangkat ke bandara.
“Tentu saja, semangat untuk kalian. Fighting!”, ujar Jaebeom menyemangati.
“Jaebeom hyung, Fighting!”, seru para member dengan kompak.
Wooyoung termenung di kamarnya siang itu. Jadwalnya sudah selesai.
Hyung tahu kan siapa member yang paling aku sukai? Itu hyung. Hyung jangan khawatir. Semua pasti akan baik-baik saja. Kami berjanji tidak akan menunjuk siapapun untuk menggantikan posisimu sebagai leader. Karena bagaimanapun juga, hyung tetaplah bagian dari kami.”, batin Wooyoung.
Tak lama setelah keluarnya Jaebeom, 2PM merilis mini album barunya dengan nama 01:59 PM. Kenapa dengan nama itu? Karena 2PM telah kehilangan 1 detik berharganya, yaitu Park Jaebeom.

The End...

Minggu, 13 April 2014

Fanfiction Without You



Without You (chapter 1)
Kau adalah bagian dari kami.
Kau bilang ingin terus bersama kami,
Lalu kenapa kau melakukannya?

"Chansung-ah, kau liat Jaebeom hyung?", tanya Wooyoung.
"Molla", jawab Chansung tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya.
"Ada apa dengannya?“, gumam Wooyoung.
"Memangnya kenapa?" tanya Chansung yang sepertinya mulai tertarik.
"Kau tidak merasakan ada yang aneh dengan...", ucapan Wooyoung terhenti ketika mendengar suara pintu dorm dibuka.
            Jaebeom masuk dorm tanpa berkata apa-apa. Bahkan tanpa menghiraukan tatapan dari kedua dongsaengnya yang penuh curiga. Ia masuk ke kamarnya dan menutup pintu.
"Ada apa dengannya?“, tanya Chansung heran.
Wooyoung mendorong Chansung kesal. "Itu yang dari tadi kutanyakan. Kau tidak merasa ada yang aneh dengan sikap Jaebeom hyung?“.
"Hmm… entahlah", Chansung kembali pada layar tabletnya.
Wooyoung melirik tablet Chansung yang penuh dengan artikel berita seputar artis korea. "Ya, ada berita apa lagi?", tanya Wooyoung.
"....", Chansung tidak menjawab.
"Ya! Hyung sedang bertanya!", teriak Wooyoung.
"Baca ini.", ujar Chansung sambil mengulurkan tabletnya.
Wooyoung menerima tablet yang disodorkan Chansung. Matanya mulai membaca artikel itu.



"2PM Jaebeom telah membuat para warga negara Korea Selatan marah. Pasalnya komentar negatif mengenai Korea di akun pribadi Myscapenya telah menjadi topik perbincangan yang sangat panas. “Korean is gay. I hate Korean", tulis Jaebeom. Hal ini dikhawatirkan bisa mempengaruhi karir 2PM ke depan….".
 





Mata Wooyoung melebar seakan tidak percaya dengan apa yang dibacanya. Ia tak bisa berkomentar apa-apa, hanya melongo memandang Chansung, memastikan jika apa yang dibacanya memang benar. Hening sejenak. Mereka hanya saling menatap tak percaya.
"Kami pulang..!!“, suara teriakan Junho memecah keheningan.
"Lihat apa yang kami beli.", ujar Taecyeon sembari mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik besar yang dibawanya. "Jjajann.!!" serunya sambil mengangkat bungkusan besar Korean beef. Tak ada reaksi dari Wooyoung dan Chansung membuat Taecyeon dan Junho terheran heran. Padahal biasanya jika sudah melihat Korean beef, kedua orang itu langsung berteriak dengan hebohnya.
"Ya, ada apa?“, tanya Junho.
Wooyoung mengulurkan tablet yang sedari tadi masih dipegangnya pada Junho. Taecyeon ikut membaca artikel itu dan matanya melebar. Bahkan Junho yang bermata sipit jelas terlihat terkejut ditandai dengan matanya yang melebar selebar yang bisa dilakukan mata sipitnya.
"Apakah Khun hyung sudah tahu?", tanya Taecyeon.
Pintu kamar Jaebeom dibuka. Jaebeom keluar. "Aku keluar sebentar.", ujarnya singkat.
Setelah Jaebeom keluar dari dorm, Wooyoung, Chansung, Junho, dan Taecyeon melakukan rapat kecil.
"Bukannya tadi Khun hyung dan Junsu hyung keluar bersama? Jika Khun hyung sudah tahu, kemungkinan besar Junsu hyung juga.", jelas Chansung.
"Benar juga, sejak pagi tadi mereka sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun sebelum pergi.", Junho setuju.
"Kita harus minta penjelasan pada Jin Young hyung, apa yang akan terjadi setelah ini.", usul Taecyeon.
"Sekarang saja, kita tidak boleh membuang waktu dalam hal ini. Ini masalah serius.", kata Junho.
"Bagaimana jika hal yang buruk terjadi? Seperti...", kalimat Wooyoung terhenti  sangat terlihat ia sedang menahan tangisnya. "Netizens sudah banyak yang berkomentar negatif, bagaimana ini, hyung?“, tangis Wooyoung akhirnya pecah.
"Tenanglah, pasti ada jalan keluar, sekarang ayo kita ke agensi dan menemui Jin Young hyung untuk minta penjelasan.", kata Taecyeon menenangkan.
            Wooyoung keluar dari gedung agensi dengan lemas. Langkah kakinya terasa berat. Apa yang dari tadi dikhawatirkannya benar terjadi. Kata-kata Jin Young hyung masih terus terngiang di telinganya.
"Agar tidak terjadi resiko yang lebih besar, apalagi jika berimbas dengan karir 2PM ke depannya, maka kami memutuskan untuk menghentikan kontrak Jaebeom secara permanen. Dan mulai saat ini 2PM akan memiliki 6 member."
Ketika baru saja memutuskan untuk pulang, tiba-tiba ada yang mengehentikan langkahnya. Wooyoung mendongak dan melihat hyungnya, Nichkhun.
"Ayo bicara sebentar.", ajak Nichkhun sambil menarik tangan Wooyoung dan membawanya ke taman.
"Kenapa hyung tidak memberi tahu lebih awal?", tanya Wooyoung setelah duduk di kursi taman agensi sambil menatap lurus ke depan.
"Mianhae, saat itu hyung juga sangat terkejut. Kukira berita yang tersebar itu tidak benar, mungkin saja itu ulah antifans. Tapi setelah aku mengeceknya, berita itu memang benar. Hyung tidak memberi tahumu dan member lain karena hyung khawatir, bagaimana reaksi kalian ketika mendengarnya.", jelas Nichkhun.
"Lalu, Junsu hyung juga tahu?“, tanya Wooyoung berharap hyungnya itu menjelaskan lebih lanjut.
"Ya, Junsu hyung juga sudah membaca artikelnya."
"Jaebeom hyung, apa dia tidak apa-apa?“ tanya Wooyoung khawatir.
"Lusa, Jaebeom hyung akan ke Amerika untuk menenangkan diri dari masalah ini. Semua akan diurus oleh pihak agensi, geuraeseo geogjeonghajima."

To be continue…

Rabu, 09 April 2014

my story....

GEU NAMJAA…

            “ …yak! Berdiri sekarang dan mulailah untuk memakannya!” suara itu terdengar menggelegar, aku masih terdiam di bangkuku. Bingung, satu kata itu menggema di pikiranku bagaimana bisa seorang panitia MOS menyuruhku untuk memakan hamburger sebanyak 20 buah hanya ditemani secangkir kecil air mineral, semua ini hanya gara-gara aku tak sengaja membantah mereka. Habis sikap mereka sangat-sangat menyebalkan, terutama si ketua yang sialnya akan menjadi kakak pemandu MOS kami.

“ Hei! Kau, apa tak dengar cepat makan!” sontak aku tersadar dari lamunanku apa-apaan ini. Dengan hati setengah aku berjalan ke depan kelas diikuti tatapan kasihan dari teman-teman senasibku, sama-sama jadi bahan kejailan kakak kelas! “ apa kalian serius, bagaimana bisa aku memakan 20 hamburger hanya dengan minum segelas kecil ini? Apa kalian sudah gila?” rutukku dalam hati, “ bagus, karena kau sudah maju sekarang silahkan dimakan dalam waktu 10 menit dan kuberitahu bahwa permainan ini special karena hanya diadakan di kelas ini. Hahaha,” suaranya kembali terdengar di telingaku, sial.

Suara sempritan peluit terdengar di telingaku pertanda aku harus mulai memakannya, mana teman-teman sekelas melihatku lagi! Betapa memalukannya ini! Ayo Sora kau pasti bisa hanya tinggal 17 buah lagi. “ uhukk-uhukk” aku tersedak what?? Waktu tinggal 6 menit lagi apa yang bisa kulakukan, aku hanya bisa mengunyahnya tak ada waktu untuk minum itu hanya mengahabiskan waktu. Tuhan tenggorokanku sakit sekali dan ‘great’ waktu habis aku menyisakan 15 hamburger dan minumku sukses tak tersentuh sama sekali.

“katakan siapa namamu?” si ketua bertanya padaku dengan tatapan mematikan aku tak sanggup menatapnya, “ L-l-lee s-sora,…” gumamku takut-takut, “katakan dengan keras, aku tak mendengarnya!” ujarnya membentakku. Kemarahanku tak terpendam lagi aku tak tahan biarlah aku dihukum lagi toh besok adalah hari terakhir “ LEE SORA! PUAS KAU!” bentakku kasar semua mata tertuju kearahku tak menyangka aku seberani ini aku sendiri juga tak menyangka suaraku sekeras ini.

“ wah besar juga nyalimu Sora, baiklah karena aku kasihan padamu sudah sana duduk di bangkumu,” suruhnya menunjuk bangkuku. “Aku pulang !” teriakku, ini memang sudah kebiasaanku, “yeobo, bagaimana jika ia kita titipkan  di rumah sahabatku saja, namanya Byun Hara ?” nyonya Lee menatap suaminya “ baiklah tidak ada pilihan lain. Lagi pula kita harus segera berangkat ke Amerika untuk mengurus pengobatanmu,” tuan Lee angkat suara, “ lebih baik kau yang berbicara pada Sora, mungkin ia akan mengerti lagi pula kau  dekat dengan Hara.”
Suara langkah berat itu mulai terdengar ke kamarku, tak lama pintu diketuk  “masuk…” ucapku sambil menyiapkan alat tulis untuk MOS besok. ”sayang, eomma ingin berbicara sebentar denganmu, langsung keintinya saja ya?” eommaku menatapku lembut dengan pandangan agak gelisah, “ ada apa eomma,?” tanyaku penasaran. “Sora kau tahu bukan eommamu ini  menderita penyakit leukemia? Untuk menyembuhkannya kami harus ke Amerika, di Korea para dokter dari Rumah sakit ternama manapun menyarankan kami ke Amerika, dan kau akan tinggal di rumah Hara,” eommaku berujar dengan suara pelan.

Aku  berpikir sejenak, memang aku sudah dekat dengan Hara ahjumma tapi rasanya tetap saja tak enak, tinggal di rumah orang lain. Demi eomma, Sora tak apalah, “ ara, eomma. Kapan aku mulai tinggal di sana?” eomma memelukku,“ mulai besok, sepulang sekolah kau akan dijemput appa dan selama 5 tahun mungkin kurang atau lebih kau tinggal disana.” Setelah itu eomma meninggalkanku untuk menyelesaikan tugas-tugasku. ‘Selesai’ gumamku, 5 tahun? Bukankah itu waktu yang cukup lama?

“bukk” aku terlempar dari tempat tidurku “ ahh, shit. Lebam di sikuku biru, “ umpatku. Tak kuperdulikan rasa nyut-nyutan itu aku mengambil handuk dan mandi, tadaa, seragam SMA sung won menempel di badanku “pas” ucapku girang. Setelah meminum susu dan memakan selembar roti aku berangkat ke sekolah, setelah naik ke lantai dua aku berlari waktu tinggal 4 menit untuk bel masuk berbunyi, “brughhh” aku bertabrakkan dengan namja sepertinya usianya seumuranku, 17 tahun, “maaf, aku terburu-buru.” Selaku sambil membereskan buku-bukunya yang jatuh, “ tak apa lagipula tak terasa sakit, oh ya sepertinya kau seumuranku kenalkan, namaku Byun Kwangsoo,” ulurnya sambil tersenyum, aku membalas senyumannya ” Lee Sora, nama yang bagus Kwangsoo-ssi.”

Setelah perkenalan singkat itu aku masuk ke kelasku dan tebak Byun Baekhyun si ketua MOS sudah menyiapkan hukuman untukku karena terlambat, hukumannya adalah membersihkan ruang olahraga SMA yang luasnya setara dengan 2 lapang di SMPku dulu, dan sialnya hanya aku sendiri yang melakukannya. Jam menujukkan pukul 2 siang untung sudah selesai acara membersihkannya, yah walaupun kurang bersih, aku mengeluarkan ponselku mengetik sms untuk appaku agar menjemputku, tak lama kemudian… “ Sora, ppali naik, pesawat appa akan berangkat sebentar lagi,” setelah aku duduk di sebelahnya  mobil Ferrari ini dilajukan dengan cepat, mungkin untuk mengejar waktu, tak lama aku sampai di rumah Ahjumma. Ternyata rumahnya besar dan bernuansa Korea jaman saeguk berpadu dengan arsitektur modern.

“ Wah, Sora sudah besar ya, lama aku tak melihatmu. Anggap saja ini rumahmu,tenang dan agar lebih dekat panggil aku ahjumma saja,” ujar Hara ahjumma sambil memegang tanganku dan tersenyum memang ia duduk disebelahku. “ Sora appa dan eomma akan pergi sekarang. Baik-baik dengan Hara, oke?” ujar eommaku sambil berjalan kedepan tak lupa mereka memelukku dan memberikanku kartu kredit agar tak merepotkan Hara ahjumma, ah maksudku ahjumma. Setelah appa dan eomma pergi aku diantar ahjumma ke kamarku di lantai 2, ia membawakan sebagian bawaanku dilihat dari mainan yang terpajang di ruang tamu sepertinya keluarga Hara ahjumma tak memiliki anak perempuan.

Sesampainya di kamarku ahjumma mengajakku duduk di kasur, ia bercerita bahwa dirinya tak memiliki anak perempuan hanya satu laki-laki dan keponakannya juga laki-laki, betapa senangnya ia mendapatkan aku yang notabene perempuan akan tingal dirumahnya katanya ia akan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan seorang ibu dengan anak perempuannya. Dan lihat kamarku serba biru berpadu dengan pink warna yang kusuka, ada tempat tidur berukuran king, dan selimut, bantal juga guling yang empuk dan berbahan lembut. Setelah itu ahjumma meninggalkanku agar aku mulai menata kamarku dan hebatnya kamar ini luas, sampai meja belajar dan meja untuk makan muat disini itupun masih ada sisa untuk sofa dan kamarku tak terlihat sempit walaupun ada property itu.

Setelah menata kamarku aku berjalan-jalan mengelilingi rumah ada 1 kamar didepanku dan 1 di kananku sepertinya yang kanan punya anak ahjumma dan depanku punya keponakan ahjumma

Sore sudah menjelang aku harus segera mandi dan bersiap-siap untuk makan malam. Saat bersiap-siap  aku mendengar seseorang membuka pintu kamar di sampingku, sepertinya ia sedang lelah karena membanting pintu kamarnya cukup keras, setelah itu aku masuk ke kamar mandi yang untungnya ada di dalam kamarku. Sore ini aku memakai offroll celana di atas lutut dan baju berwarna putih sesiku, rambutku yang lurus dan panjang kugerai dan kutempelkan jepit di poniku agar tak mengganggu, aku turun untuk membantu ahjumma menata meja untuk makan sore.

Awalnya ahjumma keberatan namun aku memaksanya, akhirnya Setelah menata meja makan dan membawa banyak masakan ke meja. Aku, ahjussi dan ahjumma duduk kami sepertinya sedang menunggu anak dari ahjumma dan ahjussi tak lama namja itu turun, namja itu duduk di depanku sedangkan aku sedang memainkan ponselku, ketika itu pintu terbuka dan masuk seorang namja, secara tak sengaja aku menatap kedepan.

“kau..k-kau…” tudingku ke arah namja di depanku, semua melirik ke arahku termasuk namja yang baru pulang itu, tuhan namja di depanku…



TO BE CONTINUE….